Kristen Zionisme: Pengaruh Ideologi Agama AS pada Konflik Timur Tengah & Iran
Membahas hubungan antara ideologi keagamaan di Amerika Serikat dengan kebijakan luar negeri di Timur Tengah, khususnya potensi konflik dengan Iran. Narasi tersebut menjelaskan bahwa Kristen Zionisme dan aliran premillennialisme dispensasional memandang pembentukan serta perlindungan negara Israel sebagai syarat mutlak bagi kedatangan Yesus yang kedua kali.

Pengikut keyakinan ini percaya bahwa nubuatan alkitabiah harus diwujudkan melalui peristiwa politik dan militer, sehingga mereka aktif mendorong dukungan terhadap Israel guna mempercepat akhir zaman. Fenomena ini tumbuh subur di tengah ketimpangan ekonomi global yang membuat masyarakat kelas bawah mencari harapan melalui janji-janji penebusan spiritual yang drastis. Akibatnya, aliansi strategis antara Amerika Serikat dan Israel dipandang bukan sekadar kepentingan politik biasa, melainkan sebagai bagian dari misi teologis yang mendalam. Penulis menekankan bahwa pemahaman agama yang fanatik ini menjadi penggerak utama di balik dinamika geopolitik modern yang penuh ketidakpastian