Catatan Harian Mas Andri

Silahkan digunakan dengan bijaksana

back

Optimalisasi Teknologi untuk Ibadah: Membangun Aplikasi Pengingat Sholat dengan Google Apps Script dan WhatsApp API

23 Maret 2025 || 10:16:14 WIB || ClassyID

Di era digital yang serba cepat ini, teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Namun, seringkali teknologi justru menjauhkan kita dari ibadah dan nilai-nilai spiritual. Bagaimana jika kita bisa membalikkan keadaan ini? Bagaimana jika teknologi justru menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT?

Dalam artikel ini, saya akan berbagi pengalaman membangun aplikasi "Jadwal Sholat WhatsApp Notifier" menggunakan Google Apps Script dan WhatsApp API. Aplikasi sederhana namun bermanfaat ini mengirimkan jadwal sholat harian secara otomatis melalui WhatsApp, membantu kita dan jamaah untuk tidak melewatkan waktu sholat.

Latar Belakang Proyek

Ide pembuatan aplikasi ini bermula dari pengamatan sederhana: banyak dari kita yang terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga lupa waktu sholat. Meskipun ada banyak aplikasi pengingat sholat di smartphone, notifikasi aplikasi seringkali terabaikan di tengah banyaknya notifikasi lain.

WhatsApp, di sisi lain, adalah aplikasi yang hampir selalu kita perhatikan notifikasinya. Dari sinilah muncul ide: bagaimana jika jadwal sholat dikirimkan melalui WhatsApp? Pesan akan lebih mudah diperhatikan, dan format teks yang fleksibel memungkinkan penyampaian informasi yang lebih kaya dan menarik.

Teknologi yang Digunakan

Untuk mewujudkan ide ini, saya memilih teknologi yang relatif mudah dan terjangkau:

  1. Google Apps Script: Platform serverless dari Google yang memungkinkan otomatisasi berbagai tugas
  2. Google Sheets: Sebagai database sederhana untuk menyimpan konfigurasi dan daftar penerima
  3. API Jadwal Sholat: Untuk mendapatkan jadwal sholat terkini untuk berbagai kota
  4. WhatsApp API: Untuk mengirim pesan jadwal sholat secara otomatis

Kombinasi teknologi ini memungkinkan pembuatan aplikasi tanpa biaya server (serverless) dan dengan pengetahuan pemrograman yang relatif minimal.

Arsitektur Aplikasi

Aplikasi "Jadwal Sholat WhatsApp Notifier" bekerja dengan alur sebagai berikut:

  1. Script berjalan secara otomatis pada waktu yang telah ditentukan (misalnya pukul 05.00 pagi)
  2. Script membaca daftar penerima dan kota mereka dari Google Sheets
  3. Untuk setiap penerima, script mengambil data jadwal sholat terkini sesuai kota dari API Jadwal Sholat
  4. Script menyusun pesan dengan format yang menarik dan informatif
  5. Script mengirimkan pesan tersebut ke nomor WhatsApp penerima melalui WhatsApp API

Dengan arsitektur sederhana ini, aplikasi dapat melayani puluhan bahkan ratusan penerima dengan mudah.

Implementasi Teknis

1. Membuat Google Sheets sebagai Database

Langkah pertama adalah menyiapkan Google Sheets dengan tiga sheet utama:

2. Mengambil Data Jadwal Sholat

Untuk mendapatkan jadwal sholat, kita menggunakan API Jadwal Sholat dengan endpoint:

https://script.google.com/macros/s/AKfycbx8CtuEFQrYxM5sF2pZYvjrcIQa4Mj25lO6BUVqFHrhURw05bg06dBtpeYtvax5NIi1/exec?kota={nama_kota}

API ini mengembalikan data dalam format JSON yang berisi jadwal sholat harian untuk kota yang ditentukan.

3. Menyusun Pesan yang Informatif

Agar pesan jadwal sholat lebih menarik dan informatif, kita menyusun format pesan dengan menambahkan:

4. Mengirim Pesan via WhatsApp API

Untuk mengirim pesan, kita menggunakan WhatsApp API dari Kirim.WA dengan endpoint:

https://mpedia-wa-gateway/send-message

Parameter yang dibutuhkan adalah:

5. Mengatur Trigger Otomatis

Terakhir, kita mengatur trigger otomatis agar script berjalan setiap menit untuk memeriksa apakah sudah waktunya mengirim pesan jadwal sholat.

Manfaat dan Dampak

Aplikasi "Jadwal Sholat WhatsApp Notifier" memberikan beberapa manfaat signifikan:

  1. Pengingat yang Efektif: Notifikasi WhatsApp lebih mudah diperhatikan dibandingkan notifikasi aplikasi biasa
  2. Informasi yang Kaya: Format pesan yang fleksibel memungkinkan penyampaian informasi yang lebih kaya, seperti kutipan ayat atau hadits
  3. Jangkauan Luas: Dapat melayani jamaah atau komunitas dengan jumlah besar
  4. Pengelolaan Mudah: Pengelolaan penerima melalui Google Sheets sangat sederhana dan user-friendly
  5. Biaya Rendah: Implementasi serverless meminimalkan biaya operasional

Tantangan dan Solusi

Dalam pengembangan aplikasi ini, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi:

  1. Batas Kuota Google Apps Script: Google membatasi jumlah eksekusi script per hari. Solusinya adalah dengan mengoptimalkan script agar hanya berjalan pada waktu-waktu tertentu.
  2. Keterbatasan WhatsApp API: Beberapa WhatsApp API memiliki batasan jumlah pesan. Solusinya adalah dengan memilih penyedia layanan yang sesuai dengan kebutuhan.
  3. Akurasi Jadwal Sholat: Jadwal sholat bisa berbeda antar sumber. Solusinya adalah dengan menggunakan API yang terpercaya dan memungkinkan penyesuaian manual jika diperlukan.

Potensi Pengembangan

Aplikasi ini masih memiliki banyak potensi pengembangan, di antaranya:

  1. Personalisasi Pesan: Menyesuaikan pesan berdasarkan profil atau preferensi penerima
  2. Integrasi dengan Kalender Hijriah: Menambahkan informasi tanggal Hijriah dan peristiwa penting Islam
  3. Fitur Interaktif: Menambahkan kemampuan untuk menerima dan merespon pesan balik dari penerima
  4. Dashboard Monitoring: Membuat dashboard untuk memantau status pengiriman dan efektivitas pesan
  5. Ekspansi ke Platform Lain: Mengembangkan integrasi dengan platform messaging lain seperti Telegram

Kesimpulan

Aplikasi "Jadwal Sholat WhatsApp Notifier" adalah contoh nyata bagaimana teknologi dapat dioptimalkan untuk kepentingan ibadah. Dengan memanfaatkan Google Apps Script dan WhatsApp API, kita dapat menciptakan solusi sederhana namun berdampak untuk membantu diri sendiri dan komunitas dalam menjaga kedisiplinan sholat.

Proyek open source ini juga menunjukkan bahwa karya teknologi dapat menjadi bentuk sedekah jariyah, di mana manfaatnya akan terus mengalir selama digunakan oleh orang lain. Semoga proyek ini menginspirasi lebih banyak pengembang untuk menciptakan teknologi yang memberi manfaat spiritual dan sosial.

Ajakan Aksi

Jika Anda tertarik untuk menggunakan atau berkontribusi pada proyek ini, silakan kunjungi repository GitHub. Mari bersama-sama menjadikan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan ketaatan kita kepada Allah SWT.


"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Ankabut: 45)